• 6

    Jan

    Superclass dan Kisah di Baliknya

    Sebuah review tentang novel Sang Pemenang Berdiri Sendirian (The Winner Stands Alone) karya Paulo Coelho. Mengambil setting di pagelaran Cannes Film Festival, The Winner Stands Alone mengupas liku kehidupan kaum superclass. Mereka adalah kaum yang kesehariannya dihabiskan dengan menghadiri pesta-pesta amal, berlibur ke tempat-tempat eksotis, menandatangani perjanjian di gedung-gedung tertinggi, mengendarai mobil sport di jalanan lapang, dan segala hal yang hanya bisa diimpikan oleh rakyat jelata. Di balik kehidupan glamor dan makmur, banyak skandal dan konflik yang membuat kehidupan mereka sangat jauh dari kesan sempurna, bahkan cenderung berbahaya. Ada enam karakter utama di novel ini. Igor Malev, seorang taipan muda dari Rusia yang bergerak di bidang telekomunikasi, Ewa, mantan istri
  • 26

    May

    Ada Lelucon di Setiap Duka

    Dalam suatu acara bincang-bincang di Festival Pembaca Indonesia pada tahun 2011, dihadirkanlah Valiant Budi Yogi dan Windy Ariestanty. Valiant adalah seorang penulis, dan Windy lebih populer sebagai seorang editor. Buku kontroversial Kedai 1001 Mimpi milik Valiant belum lama diluncurkan, juga buku The Journey hasil suntingan Windy masih terhitung baru di toko buku. Alhasil, mereka lebih sering bercerita mengenai proses pembuatan kedua buku tersebut. Sesi tanya jawab pun dimulai, beberapa penanya (termasuk saya) bertanya tentang hal-hal yang tidak begitu jauh dari Kedai dan Journey. Lalu salah seorang penanya berkata kira-kira seperti ini, “Buku Kedai 1001 Mimpi ini bagus, kontroversial, tapi novel paling gila milik Valiant adalah Joker!”. Saya sudah membaca Kedai 1001 Mimpi dan
  • 23

    Apr

    169 Kata Senja dan 105 Kata Cinta

    Sebuah review dari antologi cerpen Perkara Mengirim Senja, sebuah persembahan untuk Seno Gumira Ajidarma. Jujur saja, saya belum pernah membaca satupun karya Seno Gumira Ajidarma (bahkan saya pikir A dalam SGA itu singkatan dari Atmaja), hadirnya antologi ini menguak pemikiran saya dan pembaca yang awam tentang SGA, menjadi tahu siapa beliau. Seperti serial Glee yang me-remake lagu-lagu dulu, dan meningkatkan public awareness dari lagu-lagu tersebut, Perkara Mengirim Senja pun memberikan kesan yang mirip. Pembaca yang belum mengenal siapa itu SGA (contohnya saya), diajak untuk mengenali lebih jauh tentang penulis idola para cerpenis yang ikut menulis di Antologi ini. Terdapat 15 cerpen dari 14 cerpenis muda, dengan ide-ide segar dan bahasa tulisan yang beragam, Perkara Mengirim Senja mer
-

Author

Follow Me