Superclass dan Kisah di Baliknya

6 Jan 2014

Sebuah review tentang novel Sang Pemenang Berdiri Sendirian (The Winner Stands Alone) karya Paulo Coelho.

Mengambil setting di pagelaran Cannes Film Festival, The Winner Stands Alone mengupas liku kehidupan kaum superclass. Mereka adalah kaum yang kesehariannya dihabiskan dengan menghadiri pesta-pesta amal, berlibur ke tempat-tempat eksotis, menandatangani perjanjian di gedung-gedung tertinggi, mengendarai mobil sport di jalanan lapang, dan segala hal yang hanya bisa diimpikan oleh rakyat jelata. Di balik kehidupan glamor dan makmur, banyak skandal dan konflik yang membuat kehidupan mereka sangat jauh dari kesan sempurna, bahkan cenderung berbahaya.

Ada enam karakter utama di novel ini. Igor Malev, seorang taipan muda dari Rusia yang bergerak di bidang telekomunikasi, Ewa, mantan istri Igor yang sudah menikah kembali, Hamid, desainer tenar asal jazirah Arab yang menikahi Ewa, Gabriela, seorang aktris muda Amerika penuh ambisi, Jasmine, supermodel pemula keturunan Rwanda dan Savoy, seorang polisi di Cannes, Perancis.

Novel setebal 472 halaman ini menceritakan duapuluh empat jam kegiatan Igor dalam merebut perhatian mantan istrinya, Ewa, dengan cara -menurut Igor- memberikan dunia-dunia milik orang lain kepada Ewa. Korban pun berjatuhan, pembaca diajak menerka-nerka siapakah korban Igor selanjutnya? Bagaimana cara Igor membereskan para korbannya? Akankah Ewa akhirnya menerima Igor kembali?

Latar belakang karakter-karakter yang bersinggungan dengan aksi Igor juga diceritakan dengan cukup detail oleh Coelho, walaupun berkesan hanya sebagai kisah tempelan yang tidak berpengaruh besar pada plot utama novel. Contohnya kehidupan Jasmine, sebelum menjadi supermodel ia kerap di-bully oleh teman-teman sekolahnya hanya karena warna kulitnya yang hitam legam. Atau kisah Gabriela yang berusaha sangat keras datang dari Amerika dan digambarkan sangat beruntung dalam ambisinya untuk bersinar di Festival Film Cannes.

Membaca novel ini membuka wawasan tentang kehidupan kelas atas, proses pembuatan film, dunia modelling, dan banyak lagi, sebuah novel yang patut dibaca bagi mereka yang ingin menambah wawasan tentang kehidupan glamor dan kisah di baliknya.

Bagi saya yang sudah membaca karya Coelho yang religius seperti The Alchemist, By The River Piedra I Sat Down and Wept, dan Brida, novel ini seperti sebuah penyegaran. Saya tidak menyangka Coelho bisa membuat karya psychological-thriller seperti salah satu pengarang favorit saya, Sidney Sheldon.

“Whenever someone dies, a part of the universe dies too. Everything a person felt, experience and saw dies with them, like tears in the rain.” Paulo Coelho, The Winner Stands Alone


TAGS


-

Author

Follow Me